Dini hari yang seharusnya sunyi mendadak berubah menjadi kepanikan di Dusun 4 Desa Naga Timbul Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, 19 Agustus 2026 pukul 02.00 Wib dini hari, waktu setempat.
Deru puluhan sepeda motor memecah keheningan, disusul bayangan orang-orang diduga bersenjata api dan membawa bom molotop datang tanpa aba-aba, seperti membawa teror ke depan pintu rumah seorang warga yang bernama Sahril Nasution.
Tanpa ragu, mereka turun sambil menenteng senjata dan bom molotop. Ada yang menggenggam benda yang diduga senjata api, lainnya mengacungkan senjata tajam seperti katana dan celurit. Warga yang terbangun hanya bisa mengintip dari balik pintu. Tak ada yang berani mendekat. Situasi berubah cepat menjadi ancaman terbuka.
Serangan berlangsung singkat, yang mengakibat seorang warga yang menjaga kediaman Syahril Nasution bernama Sardi, umur 63 Tahun menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh kawanan geng motor tersebut.
Setelah itu, gerombolan geng motor tersebut kembali menyalakan kendaraan mereka dan menghilang secepat kedatangannya, meninggalkan suasana yang masih tegang.
Pemilik Rumah yang diserang oleh kawanan geng motor Sahril Nasution saat dikonfirmasi wartawan melalui via hp selulernya mengatakan "Pada saat peristiwa penyerangan gerombolan geng motor tersebut saya tidak ada dirumah, saat itu saya berada di Pasaman Sumatera Barat bersama istri dan anak saya menghadiri acara keluarga, Pak Sardi yang saat itu menjaga rumah saya dan menjadi korban terkena tembakan dari geng motor tersebut, saya tidak tau kenapa mereka menyerang rumah saya. Dan saya sudah berkoordinasi dengan Pihak Kepolisian dari Polsek Tanjung Morawa atas kejadian ini. Setelah saya nanti pulang dari Pasaman Sumatera Barat, saya akan membuat Laporan pengaduan ke Polresta Deli Serdang" Terang Syahril Nasution kepada wartawan.
Saat berita ini diterbitkan, Pak Sardi yang menjadi Korban Penembakan oleh geng motor sudah membuat laporan Pengaduan ke Polresta Deli Serdang pada hari Sabtu, 22/08/2026.
Keganasan dan kekejaman kawanan geng motor sudah tidak bisa ditolerir, ini merupakan ancaman nyata yang sangat mencekam didaerah Deli Serdang. Sudah saatnya pihak kepolisian kembali mengadakan patroli malam, dan selalu siaga dalam memberantas kawanan geng motor dengan membentuk tim atau jaringan intel (informasi dan telekomunikasi) khusus untuk mendapatkan informasi keberadaan kawanan geng motor tersebut yang meresahkan masyarakat. (Tim)
Tags
KRIMINAL

